Pada pidato di One Young World Summit di tahun Dublin2014, seorang wanita Yeonmi Park berumur 21 tahun mendeskribsikan bagaimana sistem kekuasaan Korea Utara, bagaimana sebenarnya situasi kehidupan keluarganya dan teman – temannya? Dia berkata bahwa di 「dunia terhitam」 ini, semua dilarang.
Yeonmi berkata,」Korea Utara penuh dengan ketakutan, proses aku menuju pendewasaan, sama sekali tidak pernah melihat cerita cinta antar pria dan wanita, tidak ada cerita Romeo dan Juliet.」
Pada saat dia berumur 9 tahun, dia diundang untuk menghadiri eksekusi tembak ibu dari temannya di depan publik, tetapi apa salah ibu ini?
Saat umurnya 3 tahun dia sudah tahu akan 「dilarang berbisik」, karena pemerintahan mungkin akan 「mengerti apa yang kamu ikirkan」. Jika kamu mengkritik pemerintah yang berkuasa, maka 3 generasi keluarga kamu akan di penjara, disiksa, bahkan dibunuh.
Kejadian pelarian dia dari Korea Utara sangatlah mendebarkan, dia harus melintasi gurun Gobi hanya mengandalkan kompas yang ada di tanganya. Dalam pelarian ini, mereka sudah bersiap – siap untuk bunuh diri, tapi bagaimanapun, mereka hanya ingin pergi dari tempat ini, untuk menjadi seorang 「manusia」.
Dia kembali teringat bagaimana dia menguburkan jasad ayahnya pada subuh jam 3, dengan sakitnya dia berkata, 「saya bahkan tidak boleh menangis, saya takut dideportasi kembali ke Korea Utara.」
Yeonmi teringat kembali ketika dia melewati gurun Gobi, sambil menangis dia berkata,」dunia ini tidak ada orang yang peduli denganku, hanya bintang – bintang saja yang menemaniku.」
「kami perlu mengurangi kekhawatiran terhadap pemerintahan, tetapi harusnya kita harus tertuju kepada mereka yang terlupakan… kami adalah orang – orang yang dapat dilihat oleh mereka」, katanya.
Sumber artikel : http://www.cerpen.co.id - http://hello-pet.com



Posting Komentar
0 komentar
Hai Pembaca, silahkan berikan komentar terbaik anda tentang postingan ini Terima kasih...