0





Dunia sepakbola sedang dihebohkan dengan prestasi Martunis, remaja asal Indonesia yang baru-baru ini berhasil diterima di akademi bergensi Sporting Lisbon, Portugal. Yang lebih unik lagi, ternyata Martunis adalah korban bencana tsunami yang terjadi di kampung halamannya, Banda Aceh, pada Desember 2004 silam. Saat bencana yang menewaskan ibu dan adiknya itu datang melanda, dirinya sedang bermain futsal dengan mengenakan pakaian tim nasional Portugal. Sejak kecil Martunis memang mengidolakan Cristiano Ronaldo, pemain legendaris asal Portugal.


 Setelah terapung-apung dan bertahan hidup sendiri selama hampir 2 minggu, Martunis ditemukan dengan masih mengenakan seragam tersebut. Rupanya, ia berhasil bertahan hidup dengan memakan mie kering yang ditemukannya dan meminum air genangan. Keajaiban dan ketangguhannya telah menginspirasi banyak orang, dan menyentuh Cristiano Ronaldo yang akhirnya datang mengunjungi serta memberi banyak bantuan dan dukungan, bahkan mengangkat Martunis menjadi anak angkatnya sendiri.

Saat ini, Martunis sudah resmi berkarir di Sporting Lisbon, akademi yang juga turut membesarkan nama Cristiano Ronaldo dan Luis Figo. Namun ternyata berkah kesuksesan yang diraih Martunis pada usia muda ini tidak membuatnya lupa akan apa yang telah diajarkan di keluarganya sejak kecil. Sarbini, sang ayah kandung, menuturkan bahwa sejak dulu Martunis merupakan anak yang pendiam, patuh, dan taat beragama.


Kepada anaknya, Sarbini kemudian berpesan untuk tetap rajin membaca Al Quran dan shalat lima waktu meski sudah tinggal di Portugal. Meski akan tinggal dan berkarya di jauh di negeri orang, Sarbini ingin Martunis tetap tidak meninggalkan jati dirinya sebagai putra Aceh yang rajin shalat dan penuh sopan santun.

Selain untuk tetap memegang teguh keyakinan agamanya, ayah Martunis juga berpesan agar anaknya mempertahankan disiplin, terutama tepat waktu dalam latihan, apalagi kala akan berkarir di luar negeri. “Jangan malas, supaya cita-citanya tercapai, kami sekeluarga mendoakan,” Sarbini menambahkan. Menurut Sarbini, Martunis memang memiliki tekad yang kuat untuk menjadi pesepakbola profesional seperti Cristiano Ronaldo. Hal itu berusaha diwujudkannya melalui latihan rutin bersama klub lokal di Banda Aceh setiap sore. Kedisiplinan itulah yang menurut Sarbini harus terus dijaga oleh anaknya, Martunis.

Terhitung 1 Juli 2015, Martunis resmi dikontrak oleh akademi Sporting Lisbon untuk tim U-19. Presiden Sporting Lisbon, Bruno de Carvalho sendiri yang memperkenalkan sosok Martunis ke khalayak, diikuti dengan kebanggaan dan tekad untuk membantu dan memberi kesempatan bagi Martunis, sang bocah korban tsunami Aceh, untuk berkembang sebagai manusia yang berprestasi.





Sumber artikel : http://www.cerpen.co.id - http://hello-pet.com

Posting Komentar

Hai Pembaca, silahkan berikan komentar terbaik anda tentang postingan ini Terima kasih...